senirupa@unismuh.ac.id Makassar-Pagelaran Seni dan Budaya 2026 Makassar berlangsung meriah namun tetap khidmat di pelataran utama. Suasana riuh rendah menyelimuti area kegiatan, menghadirkan beragam karya seni yang memukau para pengunjung.
Di antara deretan karya tersebut, perhatian pengunjung tertuju pada sebuah dinding besar yang bertransformasi menjadi kanvas raksasa. Di sanalah, seorang alumni pendidikan seni rupa Unismuh Makassar angkatan 2016, Iswan Bintang, tampak sibuk menyapukan warna, menghidupkan kembali memori kolektif bangsa melalui media mural. Karya bertajuk “TUANTA SALAMAKA SYECH YUSUF” ini bukan sekadar goresan estetis, melainkan sebuah epik visual yang sarat makna. Mural tersebut menjadi pusat perhatian dalam ajang Pagelaran Seni dan Budaya 2026 Makassar, sekaligus merepresentasikan eksplorasi nilai-nilai luhur yang diangkat dalam perhelatan tahun ini. Sebagai alumni pendidikan seni rupa Unismuh Makassar, Iswan Bintang menghadirkan karya yang memadukan kekuatan visual dengan kedalaman historis dan spiritual. Berbekal pengalaman akademis dan perjalanan kreatif selama satu dekade, ia berupaya menjembatani masa lalu dan masa kini melalui medium seni mural. “Karya ini adalah upaya untuk menarik garis lurus antara sejarah, spiritualitas, dan identitas kita sebagai masyarakat yang berbudaya,” ungkapnya.
Melalui karya tersebut, Pagelaran Seni dan Budaya 2026 Makassar tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga wadah refleksi nilai-nilai budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

