PENDIDIKAN SENI RUPA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Service Center

Telp: 0411-860837/860132

Email center

senirupa@unismuh.ac.id

Arabic Arabic English English French French German German Indonesian Indonesian Russian Russian Spanish Spanish
Arabic Arabic English English French French German German Indonesian Indonesian Russian Russian Spanish Spanish

Mural Iswan Bintang Memukau di Pagelaran Seni dan Budaya 2026 Makassar

senirupa@unismuh.ac.id Makassar-Pagelaran Seni dan Budaya 2026 Makassar berlangsung meriah namun tetap khidmat di pelataran utama. Suasana riuh rendah menyelimuti area kegiatan, menghadirkan beragam karya seni yang memukau para pengunjung.

Di antara deretan karya tersebut, perhatian pengunjung tertuju pada sebuah dinding besar yang bertransformasi menjadi kanvas raksasa. Di sanalah, seorang alumni pendidikan seni rupa Unismuh Makassar angkatan 2016, Iswan Bintang, tampak sibuk menyapukan warna, menghidupkan kembali memori kolektif bangsa melalui media mural. Karya bertajuk “TUANTA SALAMAKA SYECH YUSUF” ini bukan sekadar goresan estetis, melainkan sebuah epik visual yang sarat makna. Mural tersebut menjadi pusat perhatian dalam ajang Pagelaran Seni dan Budaya 2026 Makassar, sekaligus merepresentasikan eksplorasi nilai-nilai luhur yang diangkat dalam perhelatan tahun ini. Sebagai alumni pendidikan seni rupa Unismuh Makassar, Iswan Bintang menghadirkan karya yang memadukan kekuatan visual dengan kedalaman historis dan spiritual. Berbekal pengalaman akademis dan perjalanan kreatif selama satu dekade, ia berupaya menjembatani masa lalu dan masa kini melalui medium seni mural. “Karya ini adalah upaya untuk menarik garis lurus antara sejarah, spiritualitas, dan identitas kita sebagai masyarakat yang berbudaya,” ungkapnya.

Melalui karya tersebut, Pagelaran Seni dan Budaya 2026 Makassar tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga wadah refleksi nilai-nilai budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Kuliah tamu bersama Garin Nugroho di Prodi Seni Rupa FKIP Unismuh Makassar menghadirkan refleksi kritis tentang budaya visual di era digital sekaligus memperluas wawasan kreatif mahasiswa.

SENIRUPA.AC.ID, MAKASSAR — Aula Teater I Gift Universitas Muhammadiyah Makassar pada Sabtu, 11 April 2026, menjadi ruang akademik yang mempertemukan dunia kampus dengan dinamika industri kreatif kontemporer. Kegiatan kuliah tamu yang menghadirkan sineas nasional Garin Nugroho ini tidak hanya berfungsi sebagai forum ilmiah, tetapi juga sebagai ruang refleksi atas perubahan lanskap budaya visual di era digital.

Kegiatan yang terselenggara melalui kolaborasi antara Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni (DPP IKA) Unismuh Makassar dan Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP Unismuh Makassar tersebut mengangkat tema intermedialitas dalam industri kreatif. Tema ini menegaskan bahwa praktik seni dan produksi kreatif dewasa ini tidak lagi berdiri secara terpisah, melainkan saling terhubung dalam ekosistem digital yang memadukan teks, gambar, suara, tubuh, dan narasi dalam satu ruang visual yang kompleks.

Dalam pemaparannya, Garin Nugroho menekankan pentingnya strategi kebudayaan dalam merespons perubahan zaman. Ia mengaitkan perkembangan tersebut dengan dimensi historis dan sosial, serta menggarisbawahi lima unsur penting dalam membangun peradaban kreatif, yakni fashion, bahasa, ekonomi, media, dan ruang komunikasi berbasis kesenian. Menurutnya, era saat ini ditandai oleh dominasi layar (screen culture), di mana teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga sebagai medium utama pembentukan realitas sosial dan identitas individu.

Lebih lanjut, ia mengidentifikasi tantangan utama generasi muda terletak pada kecenderungan menjadi konsumen alih-alih produsen dalam ekosistem digital. Fenomena ini, menurutnya, berimplikasi pada melemahnya profesionalisme dan kurangnya kedalaman dalam praktik kreatif. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga memahami karakter setiap medium, ruang distribusi, serta strategi presentasi karya secara tepat.

Dalam konteks tersebut, Garin juga menyoroti kompleksitas dunia digital yang ditandai oleh meningkatnya potensi manipulasi informasi dan kaburnya batas antara kebenaran dan konstruksi realitas (post-truth). Kondisi ini menuntut adanya literasi kritis serta kapasitas reflektif yang memadai agar generasi muda mampu berperan sebagai subjek aktif dalam produksi pengetahuan dan budaya.

Meskipun demikian, ia tetap menegaskan bahwa peluang dalam industri kreatif terbuka luas, terutama bagi mereka yang mampu mengolah nilai-nilai lokal menjadi ekspresi yang relevan secara global. Lokalitas, dalam pandangannya, merupakan fondasi utama bagi lahirnya karya autentik yang memiliki daya saing di tingkat internasional.

Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP Unismuh Makassar, Meisar Azhari, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis program studi dalam memperluas wawasan intelektual dan kreatif mahasiswa. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan analitis dalam membaca perkembangan zaman serta kesiapan untuk beradaptasi dengan perubahan medium dan industri.

Senada dengan itu, Dekan FKIP Unismuh Makassar, Dr. H. Baharullah, M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk penguatan atmosfer akademik sekaligus kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dari praktisi yang memiliki rekam jejak nasional dan internasional.

Dukungan juga datang dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unismuh Makassar yang melihat kegiatan ini sebagai jembatan strategis antara dunia akademik dan praktik profesional. Keterlibatan alumni diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dalam memahami realitas industri kreatif secara komprehensif.

Secara keseluruhan, kuliah tamu ini menegaskan komitmen Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP Unismuh Makassar dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi masa depan. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai pelaku seni, tetapi juga sebagai kreator yang mampu merespons, mengolah, dan memberi arah terhadap perubahan zaman melalui karya yang inovatif dan bermakna.

Prodi Pendidikan Seni Rupa Unismuh Makassar Siapkan Mahasiswa untuk Program Learning Express Bersama Singapore Polytechnic

MAKASSAR, — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyiapkan 30 mahasiswa terpilih untuk mengikuti program Learning Express bersama Singapore Polytechnic. Program ini merupakan bagian dari International Community Service yang dikembangkan oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar dalam skema pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi global.

Sebagai tahap awal persiapan, seluruh mahasiswa mengikuti kegiatan Design Thinking Training yang digelar pada 10–11 Februari 2026 di Mini Hall Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar. Pelatihan ini menjadi pembekalan penting sebelum pelaksanaan Learning Express yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret hingga 10 April 2026 di Desa Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman metodologi design thinking sebagai pendekatan utama dalam mengidentifikasi persoalan masyarakat, merumuskan solusi, hingga mengembangkan purwarupa berbasis kebutuhan riil di lapangan. Metodologi ini menekankan tahapan empati (empathy), perumusan masalah (define), penggalian ide (ideate), pembuatan purwarupa (prototype), serta pengujian solusi (test).

Baca Juga : Tari Wonderland Siswa SD Aisyiyah Muhammadiyah 3 Makassar Meriahkan Pembukaan OlympicAD VIII

Pendekatan design thinking akan menjadi kerangka kerja utama mahasiswa Unismuh Makassar dan Singapore Polytechnic selama pelaksanaan program pengabdian internasional. Dalam kegiatan Learning Express di Desa Tondong Tallasa, kolaborasi lintas negara tersebut difokuskan pada tiga klaster proyek, yakni pengembangan madu lebah, optimalisasi ternak sapi, serta peningkatan nilai tambah produk gula aren. Ketiga sektor dipilih berdasarkan potensi unggulan desa sekaligus kebutuhan masyarakat setempat.

Program ini juga melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa dari kedua institusi. Sebanyak tiga dosen dari Singapore Polytechnic dan tiga dosen dari Unismuh Makassar akan bertindak sebagai fasilitator. Selain itu, kegiatan ini akan mempertemukan 30 mahasiswa dari masing-masing institusi dalam tim kolaboratif lintas negara.

Koordinator Program Learning Express Unismuh Makassar, Dr. Wildhan Burhanuddin, yang juga menjabat Ketua Divisi Kerja Sama, Pusat Studi, dan Inkubasi Bisnis LP3M, menegaskan bahwa pelatihan design thinking menjadi fondasi utama sebelum mahasiswa terjun langsung ke masyarakat.

“Learning Express dirancang berbasis problem solving yang nyata. Mahasiswa akan melakukan observasi lapangan, wawancara dengan pelaku usaha madu lebah, ternak sapi, dan gula aren, kemudian bersama-sama merumuskan solusi serta mengembangkan purwarupa yang dapat diuji langsung. Design thinking menjadi metodologi kunci agar solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif tersebut sekaligus melatih kemampuan komunikasi lintas budaya, kerja tim multinasional, serta kepemimpinan sosial mahasiswa dalam konteks pengabdian internasional.

Program Learning Express menjadi bagian dari upaya penguatan internasionalisasi Unismuh Makassar, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi global. Keterlibatan 30 mahasiswa dalam program ini mencerminkan komitmen universitas dalam menyiapkan generasi yang adaptif, inovatif, dan memiliki kompetensi global melalui pengalaman belajar langsung di masyarakat.

Pagelaran Pameran Prodi Pendidikan Seni Rupa Sebagai Tugas Akhir Mahasiswa Dengan Tema RETROSPEKSI 2026

senirupa@unismuh.ac.id MAKASSAR-Pameran Tugas Akhir Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP), UNISMUH MAKASSAR. Pameran dengan tema RETROSPEKSI 2026 telah berlangsung dengan hikmat, tertib, dan penuh makna, mencerminkan proses akademik yang matang serta kreativitas mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi atas karya, gagasan, dan inovasi yang telah dihasilkan mahasiswa selama masa satu semester studi, sekaligus menjadi wadah refleksi atas perjalanan akademik yang telah ditempuh pada semester ganjil ini. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar sesuai dengan perencanaan, mulai dari pembukaan hingga penutupan, dengan antusiasme yang tinggi dari para pengunjung.
Pameran ini mendapat apresiasi positif dari sivitas akademika, praktisi, serta mereka yang hadir. Karya-karya yang dipamerkan dinilai memiliki kualitas konseptual dan visual yang kuat bagi mahasiswa semester 1 dan 2, dan relevan dengan perkembangan keilmuan, serta menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk terjun ke dunia profesional. Dukungan dan partisipasi aktif tersebut turut memperkuat makna RETROSPEKSI 2026 sebagai momen perayaan capaian akademik, kolaborasi, dan harapan bagi langkah mahasiswa ke jenjang studi selanjutnya di semester genap.

Pendampingan kurikulum OBE Prodi Pendidikan Seni Rupa FKIP UNISMUH

Makassar-Pendampingan kurikulum OBE pada ProdiPend Seni Rupa Unismuh bertujuan memastikan kurikulum berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan yang jelas dan relevan. Kegiatan ini mencakup pendampingan dosen dalam merumuskan CPL, CPMK, serta penyusunan RPS berbasis OBE dengan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Melalui pendampingan ini, diharapkan kurikulum menjadi lebih terarah dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan kreatif.

Mahasiswa Seni Rupa Unismuh Makassar Hadirkan Jejak Budaya Kajang lewat Karya Instalasi Erik DM

MAKASSAR— Karya instalasi bertajuk “Mempersiapkan Sejak Dini” garapan Arianto—mahasiswa Seni Rupa Universitas Muhammadiyah (UnismuhMakassar yang dikenal dengan nama artistik Erik DM—menyita perhatian publik dalam pameran seni budaya bertema “Sangkut Paut” di Hartdisk Studio, Kota Gorontalo. Karya tersebut lahir setelah Arianto mengikuti program residensi dan diskursus selama dua pekan bersama sejumlah seniman Indonesia, antara lain FX Harsono, Fitri DK (Taring Padi), Sudjud Dartanto, Heru Hikayat, dan Jumaldi Alfi.

Instalasi mix media itu mengangkat ritus akkalomba, sebuah tradisi masyarakat Adat Kajang, sebagai gagasan utama. Ritus ini merupakan penanda transisi bagi seorang anak yang memasuki masa remaja dan mulai memikul tanggung jawab moral dalam komunitas. Nilai-nilai kesederhanaan, penghormatan kepada leluhur, serta kepatuhan pada adat menjadi inti pesan dalam laku budaya tersebut.

Dalam pameran, instalasi tampil mencolok melalui rekonstruksi suasana ritual akkalomba. Arianto membangun ruang hening dengan material alami seperti tunas kelapa, tanah, daun kering, dan dupa. Tunas kelapa digantung di tengah ruangan, sementara cahaya temaram dan aroma dupa menciptakan atmosfer sakral yang menghadirkan kesan seolah pengunjung ikut memasuki prosesi.

Saat dikonfirmasi via wawancara, Senin, 1 Desember 2025, Erik DM menjelaskan bahwa karyanya tidak sekadar menghadirkan kembali tradisi, tetapi juga mengajak publik merefleksikan ulang nilai-nilai yang diwariskan orang tua. “Akkalomba mengajarkan kita tentang kesederhanaan, ketaatan, dan penghormatan terhadap adat. Nilai-nilai ini tetap relevan di tengah perubahan zaman yang cepat,” ujarnya.

Sejumlah pengunjung mengaku terkesan dengan pendekatan artistik yang dihadirkan. Mereka menilai instalasi tersebut bukan hanya menyuguhkan visual, melainkan juga pengalaman emosional yang membangkitkan ingatan tentang pesan orang tua dan praktik budaya yang kian jarang dijalankan.

Pameran “Sangkut Paut” berlangsung sejak 25 November hingga 15 Desember 2025, dan informasi kunjungan dapat diperoleh melalui akun Instagram @hartdiskstudio. Melalui karya ini, Arianto berharap ritus akkalomba dapat dikenal lebih luas sekaligus memperkuat upaya pelestarian tradisi lisan masyarakat Adat Kajang.

Studi Tiru Unismuh Makassar ke UMM dan UMSurabaya Perkuat Caturdharma dan Centre of Excellence

senirupa@unismuh.ac.id Makassar – Program “STUDI TIRU” Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) telah melaksanakan kunjungan akademik ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan jejaring kelembagaan sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antarperguruan tinggi Muhammadiyah.
Selain itu, kunjungan ini merupakan bagian dari strategi institusional dalam memperkuat implementasi Caturdharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Dalam rangka meningkatkan mutu akademik dan tata kelola program studi, setiap Program Studi yang terlibat diberikan mandat untuk mengembangkan Centre of Excellence (CoE) sebagai pusat unggulan berbasis inovasi dan keunggulan kompetitif. Pengembangan CoE diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, produktivitas penelitian, efektivitas pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan karakter dan nilai-nilai kemuhammadiyahan di lingkungan akademik.
Melalui kegiatan ini, Unismuh Makassar berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kualitas Program Studi agar mampu berdaya saing serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat dan persyarikatan.

KONAPSI 2025 APSI di Makassar: Memperkuat Arah Pendidikan Seni Indonesia

senirupa@unismuh.ac.id Makassar – Konferensi Nasional Asosiasi Pendidik Seni Indonesia (KONAPSI) 2025 APSI yang diselenggarakan di Kota Makassar merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan seluruh insan pendidik seni dari berbagai penjuru Nusantara. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para pendidik seni untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta hasil penelitian dalam bidang pendidikan seni yang terus berkembang seiring dengan dinamika zaman. Dalam suasana akademik yang hangat dan kolaboratif, para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai praktik pembelajaran seni, tetapi juga membahas tantangan dan peluang pendidikan seni di era modern. Berbagai perspektif yang hadir memperkaya wacana, mulai dari inovasi kurikulum, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran seni, hingga penguatan nilai-nilai budaya lokal dalam konteks global.

Momentum berharga ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran ide, tetapi juga melahirkan berbagai kesepakatan penting serta pemikiran-pemikiran cerdas yang diharapkan dapat memberikan arah baru bagi pengembangan pendidikan seni di Indonesia. Melalui kolaborasi dan sinergi yang terbangun dalam konferensi ini, para pendidik seni berkomitmen untuk terus memperkuat peran seni dalam membentuk karakter, kreativitas, dan identitas bangsa. Selain itu, KONAPSI 2025 APSI juga menegaskan pentingnya peran komunitas akademik dan praktisi seni dalam mendorong kualitas pendidikan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem pendidikan seni yang inklusif dan berkelanjutan.

Hasil-hasil pemikiran dan kesepakatan dari konferensi ini akan diimplementasikan dalam berbagai program dan kegiatan nyata, demi kemaslahatan bersama seluruh pendidik seni di Indonesia serta peningkatan mutu pendidikan seni di tanah air.

Program Studi Seni Rupa FKIP Unismuh Makassar Menggelar Pameran Seni Rupa Antar Bangsa

 

Pameran seni rupa di Makassar berhasil menganyam masa lalu yang sakral dengan visi masa depan yang penuh imajinasi. “Kawali”, pameran seni rupa internasional yang digelar Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, bukan sekadar pameran biasa. Ini adalah sebuah manifesto budaya.

Dengan mengusung tema “Weaving Futuristic Islamic Aesthetics into Contemporary Visual Narratives”, pameran ini menantang para seniman dari 15 negara untuk melakukan pembacaan ulang yang berani terhadap simbol Kawali atau badik—sebuah simbol kehormatan (siri’) Bugis-Makassar. Di sini, badik tidak lagi hanya berupa senjata tajam, tetapi menjadi metafora untuk ketajaman gagasan, keberanian berekspresi, dan keteguhan identitas di tengah gelombang globalisasi.

Kurator pameran, H. Irsan Kadir, S.Pd., M.Pd., menggugah dengan pertanyaan reflektif: “Siapa panre bessi (pandai besi) masa depan? Di mana letak siri’ di era digital?” Melalui karya-karya yang dipamerkan, para seniman menjawabnya dengan menenun nilai-nilai spiritual dan etika ke dalam narasi visual yang futuristik. “Warisan tanpa visi hanya menjadi artefak mati. Sebaliknya, visi tanpa akar akan kehilangan jiwanya,” tegas Irsan.

Pameran Kawali adalah bukti bahwa seni lokal yang berakar kuat justru paling siap untuk berdialog dengan dunia. Sebuah langkah kecil dari Makassar, dengan gema yang menyentuh hati lintas bangsa.

STRUGLE: Strategi Motivasi Mahasiswa Baru Pendidikan Seni Rupa Unismuh Makassar 2025

senirupa@unismuh.ac.id, Makassar – Memasuki dunia perkuliahan tentu jadi momen besar bagi mahasiswa baru. Menyadari hal itu, Program Studi Pendidikan Seni Rupa Unismuh Makassar menghadirkan sebuah strategi khusus bernama STRUGLE untuk menyambut mahasiswa baru angkatan 2025.

Bukan sekadar program pengenalan biasa, STRUGLE dirancang sebagai strategi motivasi yang membantu mahasiswa beradaptasi sekaligus menyiapkan diri menghadapi perjalanan akademik ke depan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya kebersamaan, membangun kemandirian, meraih prestasi, hingga menargetkan kelulusan tepat waktu sejak awal.

Dalam kegiatan Ta’aruf Prodi, suasana terasa lebih bermakna ketika Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa Unismuh Makassar turut memperkenalkan visi keilmuan prodi. Di momen ini, mahasiswa baru diajak untuk melihat lebih jauh arah dan tujuan mereka selama menempuh pendidikan.

Visi tersebut menekankan pentingnya membentuk insan akademik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter Islami, kreatif, inovatif, dinamis, mandiri, serta memiliki jiwa entrepreneurship. Dengan kata lain, mahasiswa tidak hanya didorong untuk “lulus”, tetapi juga untuk tumbuh sebagai pribadi yang siap menghadapi dunia nyata.

Menariknya, STRUGLE tidak hanya fokus pada capaian akademik. Lebih dari itu, strategi ini menjadi fondasi awal dalam membangun karakter, integritas, dan profesionalisme mahasiswa sejak hari pertama mereka masuk kuliah.

Dengan adanya STRUGLE, Program Studi Pendidikan Seni Rupa Unismuh Makassar ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa baru memiliki arah yang jelas, semangat yang kuat, dan kesiapan untuk berkembang baik sebagai individu kreatif maupun sebagai bagian dari masyarakat yang berbudaya.